Humanisme dan Cinta Kemanusiaan
Pada tataran ini, benarlah bahwa faktor yang paling dominan dalam semangat keberadaan adalah cinta. Seperti sebuah senandung paduan suara alam, hampir setiap makhluk bertingkah dan berperilaku dalam gayanya sendiri, sesuai dengan lagu magis yang ia dapat dari Allah, dalam melodi cinta. Namun demikian, pertukaran cinta dari keberadaan ke kemanusiaan ini dan dari satu makhluk ke makhluk yang lain terjadi di luar kemauan mereka, karena Kehendak Tuhan sepenuhnya mendominasi mereka. Dari perspektif ini, umat manusia "secara sadar" berpartisipasi dalam simponi cinta yang sedang diputar di alam semesta. Dengan mengembangkan cinta di tempat yang benar, umat manusia menyelidiki bagaimana mereka mampu menunjukkannya dengan cara yang manusiawi. Oleh karena itu, dengan tidak menyalahgunakan semangat cinta dan demi cinta seperti apa adanya, setiap orang semestinya bersedia menawarkan bantuan dan dukungan nyata kepada orang lain. Mereka semestinya melindungi keharmonisan bersama yang te...